Sekapur Sirih

Welcome to my Blog!
Saya Mukti Yulianto, seorang penulis, apoteker dan pecinta alam.

When I'm not working, I'm blogging :-)

Follow Me

Subscribeto blog
Follow me onTwitter
Add myFacebook

Archive

Pengikut

Copyright


© 2014 by Mukti Yulianto.

Terimakasih atas kunjungannya. Mohon kritikan dan sarannya. Jika ada yang bermanfaat, silahkan dishare.

Senin, 10 September 2012
Krik.... krik... krik.
Begitulah bunyi jangkrik yang selalu meramaikan dikala manusia mulai sepi. Terlihat bermacam bentuk cahaya yang mulai menghiasi setiap sisi sudut perumahan yang berwarna-warni. Hiruk pikuk kehidupan seharian kini mulau sirna kembali ke paraduan masing-masing. Mereka yang menjajakan barang dagangannya di ujung jalan telah pudar hilang entah kemana. Burung yang beterbangan nampak lelah dan kembali pangkalan isitmewa nya. Tidak ada lagi suara kendaraan lalu lalang yang menghujani jalanan perkotaan maupun pedesaan. Yang ada hanyalah sekumpulan kaki yang berjalan membawa sarung yang diselendangkan di tubuh yang tegap dengan lampu senter yang menjelajahi isi kampung.Berkatalah kepada sang malam seorang pujangga muda, "Wahai malam kenapa engkau selalu datang di kala hari ku kian berakhir??? apakah engkau percaya akan ada hari esok??? Apakah aku masih bisa melihat sang fajar yang selalu mengajakku berlari mengitari lautan harapan???". Beberapa kalimat yang dibisikkan dengan bahasa kalbu seorang hamba yang rindu kehadiran bulan di siang hari. Di dalam kesunyian dan keheningan malam. Bulan berseri penuh senyuman. Cahayanya masuk ke dalam hati setiap manusia. Sinarnya membuat bumi seketika terjaga. Hanya kerumunan kunang-kunang yang mampu menghiasi taman kota. Kelap-kelip lampu menghiasi jalanan yang mulai menghilang. Terdapat satu orang yang tak pernah absen. Dialah para pengais rejeki dari sampah-sampah yang terbuang. Mereka bak pesulap yang mampu mengubah sisa-sisa buangan menjadi kepingan emas 24 karat.
Kehidupan ini memang selalu berputar. Bumi pun 24 jam sekali berputar pada porosnya. Di setiap waktu itulah ada manusia yang tidur dan ada manusia yang terjaga. Mereka sejatinya berlomba untuk terus bisa hidup. Karena hidup cuma sekali maka hiduplah yang berarti. Jangan pernah kau sesali di setiap waktumu. Ketahuilah di dalam setiap peristiwa selalu ada hikmah yang akan terus membawa manusia itu ke jalan yang selalu mendapatkan cahay surgaNya bagi mereka yang mencintaiNya. Apakah kau yakin esok masih ada buatmu??? apakah kau yakin esok kau masih bisa melihat kedua orangtuamu yang tertidur senyum penuh kasihsayang. Bagaimana jika mereka tidak ada hari esok untuk kita??? apa yang akan dan telah kau lakukan untuk mereka??? Padahal setiap hari kita sering kesal karena sebuah permintaan yang tidak atau belum terpenuhi??? apakah lantas mereka(orangtua) tidak sayang kepada anaknya??? Memang apa yang telah kita berikan ketika mereka mengabulkan permintaan kita dengan kasih sayangnya. Apakah pernah kau mengecup kening mereka sebelum dan sesudah tidur?? apakah pernah kalian mencium tangannya setiap kita berangkat kuliah??? Padahal sebuah kecupan dan ciuman itu adalah perbuatan yang akan mengharukan perasaan mereka. Terkadang orangtua tidak memberitahukan keinginan mereka kepada anaknya. Andai kita mau melakukannya setiap pagi dan malam, alangkah bahagianya keduaorangtua kita. Dan teruntuk orangtua yang lama tak bersama kita, itu bukan berarti beliau tidak menyayangi kita. Tapi justru dari kejauhan, mereka atau orangtua kita menangis dan bersujud kepada Alloh agar anaknya bisa diberikan kemudahan, jalan yang lurus dan selalu mendapat rahmat. Mereka selalu berdoa agar anaknya bisa kembali menyayanginnya dengan sebuah kasih sayang. Tanyakan kabar orangtua kita yang jauh disana?? Pah, Papa sedang apa??? Papa sudah makan?? makan apa pah??? ananda minta maaf jika belum bisa berguna bagi Papa dan Mama. Semoga ayah selalu dalam lindunganNya, dan untuk Mama maafkan ananda yang sering khilaf kepada Mama :')

Salam Rindu teruntuk Ayah di tempat yang jauh disana

4 komentar:

  1. I love you...my father :)
    hehe

    BalasHapus
  2. Terkadang ayah kita sering membuat kesal anaknya karea sifatnya yang keras. padahal jauh dari lubuk hati dalamnya, beliau ingin sekali anaknya lebih sukses dari ayahnya, bahkan beliau menangis dalam sujud kepadaNya agar anaknya diberi kesuksesan dan selalu dalam lindunganNya

    BalasHapus
  3. Dialah yang selalu bekerja tanpa mengenal lelah, menutupi segala sakit dan letih yang ia rasakan hanya untuk memenuhi kecukupan keluarga, hanya untuk kita bisa makan enak, hanya untuk kita bisa merasakan terangnya lampu dikamar kita, hanya untuk kita bisa merasakan yg namanya sekolah, dan apa itu dunia kuliah.
    the best fightier :)

    BalasHapus